JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerapkan sistem teknologi pengendali arus logistik di pelabuhan dengan menggunakan inaport. Di mana, inaport merupakan suatu layanan di pelabuhan yang diperuntukkan mengatur logistik terpadu dengan platform elektronik.

Dengan penerapan tersebut, Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono berharap adanya penurunan biaya logistik hingga 30 persen di pelabuhan.

“Penurunannya sekitar 10 persen, harapannya sampai 20-30 persen, untuk komoditas tertentu dulu ya, misal lalu lintas untuk semen, CPO (Crude Palm Oil), kendaraan bermotor, tekstil itu nanti kita lihat,” kata Bambang saat di acara Indonesia Investor Forum 3 di JCC, Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Bambang mengaku, ketelatan yang terjadi atau waktu tunggu yang lama yang saat ini terjadi di pelabuhan lantaran masih menggunakan pengaturan secara manual. “Kemarin kalau mau masuk, sudah ada yang masuk, telat, enggak mau ngantri, kalau online semua bisa lihat, pemilik barang juga bisa ngawasi,” ujarnya.

Bambang melanjutkan, sebelum diterapkannya inaport, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan meminta adanya evaluasi di setiap pelabuhan di Indonesia.

“Kita meminta mereka menyelesaikan persoalan internal, apa betul dari user ada keluhan, sejauh ini kami belum lihat ada keluhan. Dari sisi pemerintah kita tidak ingin pelayaran terganggu,” tutupnya.